Monthly Archives: Oktober 2011

ANAK YANG SEKOLAH ORANG TUA YANG PUSING ?!

Suatu waktu seorang Ibu menelepon kepada saya, dalam pembicaraan telepon itu sang ibu membutuhkan guru privat matematika untuk anaknya yang saat itu duduk dikelas 3 sma negeri favorit di jakarta timur. Saya bertanya kepada ibu itu , “apakah ada masalah bu dengan nilai pelajarannya ?” sang ibu menjawab , “iya nih saya pusing sama anak saya 2 bulan lagi mau UN tapi nilai try out matematikanya masih dibawah 5, wali kelasnya juga ikut bingung katanya, sehingga menyarankan ambil les privat saja”. sebagai catatan anak ibu ini sudah daftar di bimbel ternama di bilangan kalimalang. Saya jawab : “OK bu, saya yang akan mengajar anak ibu langsung”, secara saya sudah berpengalaman mengajar untuk persiapan UN.

Pertemuan pertama.
Pada pertemuan perdana ini yang saya lakukan adalah mengamati proses pengerjaan soal, Dhio putra dari si ibu tadi mengerjakan 1 set soal matematika. Oh ternyata disini loh masalahnya…
murid yang satu ini bermasalah pada ketelitian, tulisan yang tidak jelas, konsep matematika pada bab-bab tertentu, dan tidak ingat rumus.

pertemuan selanjutnya tinggal melatih ketelitian, melatih soal-soal pada bab yang belum mengerti namun tidak mengesampingkan materi yang lain, memintanya untuk mengahafal rumus-rumus trigonometri serta memperbaiki tulisannya yang tidak rapi, sebab tulisan mempengaruhi ketelitian seperti kesalahan membaca angka dll.

UN pun digelar, pada hari H setelah ujian matematika saya bertanya kepada murid les saya : “Bagaimana bisa UN math nya ?” dia jawab ,”bisa pak Alhamdulillah. tinggal tunggu hasilnya saja.”

setelah sebulan menunggu hasil UN, si Ibu menelepon saya kembali, si ibu menelepon dengan nada senang dan gembira, mengatakan kepada saya nilai matematikanya memuaskan dengan nilai 8,5 .. dan yang pastinya saya lebih senang juga apa yang saya lakukan bermanfaat. yang penting juga pusing si ibu ikut hilang

Iklan

Kisah Slumdog Millionaire di Dunia Nyata

Kisah Slumdog Millionaire di Dunia Nyata
Oleh Arya Perdhana – Jum, 28 Okt 2011 .
Nasib Sushil Kumar berubah dalam satu malam, dari pegawai negeri miskin jadi jutawan, berkat kuis Who Wants to be Millionaire.Kumar adalah orang pertama di India yang berhasil memenangi kuis populer itu dan ia berhak atas hadiah senilai 50 juta rupee (lebih dari 1 juta dolar AS). Ketika bintang film legendaris Amibath Bachchan, sang pembawa acara kuis, menyerahkan cek hadiah, Kumar dan istrinya yang baru ia kawini empat bulan ini larut dalam tangis bahagia.

“Anda telah menciptakan sejarah. Kemampuan dan semangat Anda telah membuat Anda melangkah sejauh ini,” komentar Bachchan.

“Kami sangat bahagia, tetapi lebih dari itu, kami masih tidak percaya,” tukas Kumar.

Kemenangan Kumar seperti mewujudkan isi film ‘Slumdog Millionaire’ di mana si protagonis bernama Jamal Malik menang di kuis Who Wants to be Millionaire. Film arahan sutradara Inggris Danny Boyle tersebut akhirnya memenangi Oscar sebagai Film Terbaik tahun 2008.

Sebelum menjadi jutawan baru, Kumar hanya seorang PNS di kota Motihari, negara bagian Bihar di India sebelah timur. Penghasilan pria 26 tahun itu hanyalah 120 dolar (setara Rp 1,1 juta) per bulan. Untuk menambah-nambahi penghasilan, Kumar bekerja sebagai guru les privat.

Kumar memang menggemari kuis WWTBAM, tetapi caranya untuk bisa menonton acara tersebut tidaklah mudah. Sebagai anak buruh tani, keluarga Kumar tidak mampu membeli televisi sehingga ia harus menontonnya di rumah tetangga. Saat menyaksikan kuis tersebut, Kumar sering sekali menjawab dengan benar sehingga tetangga-tetangganya mendorong dia mencoba peruntungan sebagai peserta.

Kumar juga adalah orang desa. Perjalannnya ke Mumbai untuk menjalani rekaman kuis tersebut adalah kali pertama buatnya bepergian naik pesawat. Ia juga mengaku bahwa Mumbai adalah kota besar pertama yang pernah ia kunjung.

Ketika sudah menjadi peserta kuis, target Kumar tidaklah muluk-muluk. Bisa mendapat hadiah 50 ribu dolar atau 100 ribu dolar saja sudah cukup. Karena itulah, tatkala menghadapi pertanyaan ke-13, ia yang sudah mengantungi hadiah 200 ribu dolar berpikir untuk mundur. Namun takdir menggariskan Kumar terus melaju setelah berpikir keras.

“Saat saya melihat pertanyaan itu, saya tidak tahu jawabannya. Tapi saya terus saja memelototi pertanyaan tersebut dalam waktu lama dan tiba-tiba saya tahu kalau dua dari empat (jawaban) itu salah,” beber Kumar.

Dengan sebuah bantuan yang memungkinkan seorang peserta untuk memberi dua jawaban alternatif, Kumar pun sukses melewati hadangan itu. Penyelenggara kuis menolak mengungkapkan apa pertanyaan tersebut dan hanya memberi petunjuk bahwa soal itu terkait dengan sejarah.

Rencana Kumar
Dengan hadiah besar yang sudah ia kantungi, apa rencana Kumar? Tidak terlalu mewah. Kumar berencana memakai uangnya untuk mengambil kursus persiapan ujian PNS sehingga ia bisa mendapatkan posisi yang baik dan bergengsi.

Kumar juga berencana buat membelikan istrinya sebuah rumah, melunasi utang orang tuanya dan membantu memodali empat saudaranya untuk membuka usaha kecil.

Masih ada lagi, Kumar juga tidak lupa dengan asal usulnya dan ia berencana untuk membangun perpustakaan di Motihari sehingga memungkinkan anak-anak di sana memperoleh pengetahuan yang sejak dulu ia damba-dambakan.(AP)

 

INGIN MENCARI GURU LES/ GURU LES PRIVAT MATEMATIKA, FISIKA, KIMIA DLL ? WILAYAH JAKARTA


Mungkin Anda sudah searching di GOOGLE untuk mencari guru privat ,  yang anda butuhkan apakah itu guru privat matematika, guru privat kimia, guru privat fisika, guru privat bahasa inggris dll. tapi cuma satu yang harus apakah guru privat yang anda dapatkan bisa menyelesaikan masalah yang anak anda hadapi ?

zigma private mencoba memberikan solusi masalah anda dengan memberikan / menyediakan guru les yang profesional, guru les privat yang memiliki pengalaman , guru les privat yang bertanggungjawab, guru les privat yang memahami dan mengerti masalah yang dihadapi. guru les privat tidak cukup dengan hanya memiki IP tinggi atau kuliah di universitas ternama, namun yang lebih penting apakah guru les privat itu dapat /mampu menjelaskan dengan baik dan benar, komunikatif, sabar.