Category Archives: guru les privat sd smp sma di jakarta

Guru les Privat SD SMP SMA di jakarta Selatan

Guru Les Privat SD SMP SMA di Jakarta Selatan

Zigma Private adalah lembaga penyedia jasa guru les privat SD SMP SMA ke rumah di jakarta selatan yang baik dan terpercaya melayani les privat matematika, fisika, kimia, bahasa inggris, ekonomi, akuntansi, bahasa mandarin, dapat kan guru les privat   SD SMP SMA di Jakarta selatan di zigma private 021 – 8846595

Guru les privat untuk SD , SMP, SMA wilayah jakarta selatan menjadi kebutuhan penting bagi siswa untuk meningkatkan prestasi belajar, menambah pemahaman  akan materi pelajaran sekolah, terlebih lagi dengan kurikulum 2013 yang diterapkan saat ini oleh pemerintah, dimana lebih menitik beratkan peran aktif siswa dalam proses belajar sedangkan guru hanya sebagai fasilitator saja.

guru les privat SD SMP SMA di jakarta selatan

Guru les privat SD, SMP , SMA ke rumah di jakarta selatan akan datang ke tempat anda sesuai dengan jadwal les privat yang diberikan oleh orang tua kepada kami di awal pada saat pendaftaran baik secara langsung atau secara online  , pilihlah jadwal yang sesuai dengan jadwal sekolah siswa itu lebih baik dan juga pilih yang tidak terlalu padat agar siswa tidak kelelahan sehingga lebih maksimal belajarnya.

Zigma private berupaya memberikan yang guru les privat SD, SMP, SMA di Jakarta Selatan yang terbaik dan profesional di bidangnya, guru les privat kami terdiri dari mahasiswa, alumni dari berbagai universitas negeri maupun swasta di jakarta yang berpengalaman dalam mengajar siswa baik dari sekolah nasional maupun internasional.

Pastikan anda memilih zigma private untuk mencari guru les privat SD, SMP, SMA di jakarta selatan yang datang ke rumah anda untuk meningkatkan prestasi bealajar putra putri anda

Zigma private adalah penyedia jasa guru les private di Jakarta selatan yang baik dan terpercaya sejak 2009 dengan jumlah siswa terdaftar lebih dari 1000 siswa

 

guru les privat ke rumah di jakarta


Guru les privat ke rumah untuk jenjang sd smp sma di jakarta
YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Keputusan Mahkamah Kontitusi bahwa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional tak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 patut disyukuri. Sebab, konsep RSBI mengandung kesalahan mutlak di mana orientasi kualitas pendidikan yang dimaksud tidak menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
“Dengan RSBI, lalu bagaimana nasib anak-anak di pedalaman atau mereka yang berada di sekolah-sekolah yang tidak memungkinkan memiliki layanan pendidikan seperti itu?,” kata Ketua Dewan Pendidikan DI Yogyakarta Prof Wuryadi, Rabu (9/1/2013), di Yogyakarta.
Dengan mematok standar tertentu, otomatis RSBI tidak akan pernah menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Padahal, tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan berbangsa, meningkatkan kesejahteraan umum, dan ikut serta melaksanakan perdamaian abadi yang adil dan makmur.
“Cita-cita RSBI jauh dari cita-cita pendidikan bangsa kita sejak awal yang peduli dengan tanah air dan kesejahteraan umum. Dengan RSBI, layanan pendidikan hanya baik untuk mereka yang memiliki kemampuan, sementara yang tidak mampu tak dilayani,” ujarnya.
Menurut Wuryadi, konsep RSBI juga merendahkan keutamaan pendidikan dalam negeri. Dengan menyebut standar internasional, seolah-olah pendidikan dalam negeri lebih rendah dan hanya sekolah bertaraf internasional yang berkualitas. Padahal, bangsa Indonesia juga memiliki modal-modal konsep pendidikan lokal yang berkualitas.
“Keputusan MK mengingatkan kita agar kembali kepada apa yang kita miliki. Selama ini kita sudah terbius dengan model-model pendidikan luar negeri. Berbagai kebijakan pemerintah pun juga lebih melayani kepentingan-kepentingan asing,” tambahnya.
Bagi Wuryadi, kualitas pendidikan menjadi salah satu penentu daya saing. Apabila kualitas pendidikan benar-benar dijaga, maka otomatis daya saing akan muncul tanpa harus meniru standar pendidikan internasional.
Wuryadi mengusulkan, pendidikan di Indonesia perlu menerapkan konsep pendidikan yang adil dengan memanfaatkan modal dan potensi dalam negeri.
Sebelumnya, Selasa kemarin, Ketua MK Mahfud MD mengabulkan permohonan para pemohon uji materiil yang terdiri dari orang tua siswa yang anaknya bersekolah di RSBI, aktivis pendidikan, guru, dosen, dan lembaga swadaya masyarakat terhadap pasal 50 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Keberadaan RSBI dinilah telah mengabaikan tanggung jawab negara untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi semua warga negara (Kompas, Rabu, 9 Januari 2013).